Friday, March 2, 2007

Bukan Seperti Yang Terlihat

Akt


Suatu malam di jalanan kota Bandung, Maret 2007...

Malam hari tak panas tak dingin. Angin tak berarti banyak untuk menyampaikan sesuatu kepada inderaku. Biasa saja..., tak ada...tak banyak...tak terbesit sesuatu yang dikatakan berbeda atau tidak pada tempatnya yang normal.

Hari-hari yang kulalui, kataku dan kata mereka, adalah anugerah, berlalu dan takkan pernah kembali.

Tulisan tak terbaca memenuhi lembaran hidup tak berwujud.

Siapa yang tahu...tak seorangpun kecuali diriku. Tak ada yang tahu persis apa yang bergejolak di dalam hati dan memuncak ke atas, memenuhi relung hati kemudian ke pikiran dan tinggal diam, kecuali aku sendiri.

Atau...beberapa orang itu yang mau ikut tenggelam dalam jutaan pertanyaan dan jawaban penggugah perasaan dan logika. Ya..., orang-orang itu!

Langkah demi langkah, kadang bernyawa kadang tidak. Kadang seperti hidup tapi mati. Kadang mati tetapi ingin hidup.

Langkah-langkah tak terhitung telah berlalu dan dilalui oleh onggokan daging, bersama tulang, darah, berdenyut nadi, yang menurutnya punya hati dan pikiran..., terus bergerak menuju titik akhir kehidupan...meski tak tahu kapan akhirnya, karena bukan hal tak penting bukan pula penting.

Kadang bertanya mengapa jalanku begini, mengapa tidak orang lain saja yang begini...

Atau, adakah orang lain telah melaluinya?

Lantas, hidupkah dia? Atau mati dalam keterpurukan...oleh kelumpuhan.

Ataukah dia menyaksikan terang yang menerangi langkah itu lenyap, atau samar-samarkah, atau dia juga telah buta karena terang terlalu menyilaukan?

Kemudian, kebutaan lain menerpa. Logika tak berguna, hati seakan kehilangan nyawanya, sekarat tapi masih ada...

Sadarlah...!

Jalan yamg kulalui indah dengan semua kilauan cahaya yang dengan sesuka hatinya bisa menjadi bumerang hidup. Ataupun baik dengan suramnya gaung suara ketakutan di tempat yang hanya aku yang tahu...

Hidupku indah besama sosok tegar yang selalu ada di mana aku ada, maya atau nyata, jiwanya satu denganku. Bersama mereka yang jauh namun dekat, tak tergapai...tetapi terasa sangat ada..., sangat ada!

Hanya di suatu malam yang tak berbeda..., kadang bagai ulangan malam-malam berlalu, wajah bersenyum pahit ini serasa kehilangan aliran darahnya. Seakan ingin mengeluarkan kata-kata, "Ini, bukan seperti yang terlihat!"


~ Guntur Situmorang

No comments:

Post a Comment